Mercia Mikenzie Takaendengan dan Aqila Lamaka, dua anak asli Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, berhasil menerbitkan buku cerita anak yang mengangkat tema keindahan dan konservasi laut. Karya mereka menjadi bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk berkontribusi dalam literasi dan pelestarian alam.
Mercia menulis buku berjudul *Dunia di Bawah Katamaran*, yang menggambarkan pesona bawah laut Bunaken melalui pengalaman menyelam dengan kapal katamaran. Sementara itu, Aqila menciptakan cerita *Kola Si Raja Laut*, mengisahkan ikan purba Coelacanth sambil menyisipkan pesan penting tentang perlindungan ekosistem laut. "Saya senang bisa menulis buku ini karena saya jadi belajar banyak tentang katamaran," kata Mercia.
Keberhasilan duo ini tidak lepas dari dukungan Perkumpulan Literasi Sulut (PLS), yang membimbing mereka dalam proses kreatif dan teknis penulisan. Faradhila Bachmid, Ketua PLS, mengapresiasi kerja keras Mercia dan Aqila. "Buku ini juga dilengkapi fitur interaktif, seperti barcode untuk memindai informasi tambahan tentang katamaran dan Coelacanth," jelasnya.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan. Nurlaila Arbie, GM Regional IV Pelindo, menyatakan bahwa buku ini adalah warisan pengetahuan yang lebih bernilai daripada kegiatan konservasi fisik seperti penanaman mangrove. "Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak, semakin sadar akan pentingnya menjaga alam," ujarnya.
Peluncuran buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai literasi sekaligus lingkungan, membuktikan bahwa cerita sederhana bisa menjadi media pembelajaran yang efektif.

0 Komentar